8 Strategi Finansial Kaum Milenial di Tahun 2021

Hai kaum milenial!

Siapa nih yang udah punya rencana di tahun 2021?

Kalau kamu masih belum punya rencana untuk tahun 2021, kita mulai merencanakan finansial untuk tahun 2021 yuk! Perencanaan finansial sejak dini bisa membantu kamu terhindar dari krisis keuangan di masa depan. Kalau generasi muda jaman dulu menabung pakai celengan, generasi muda jaman now alias kaum milenial menabung investasi.

Kenapa menabung investasi lebih baik daripada menabung dengan cara biasa?

Pernah dengar istilah “Inflasi” gak guys? Inflasi adalah kenaikan harga barang atau jasa dalam waktu tertentu. Mungkin kamu juga pernah dengar kalimat “Harga barang naik terus tapi gaji segitu-gitu aja”. Contohnya, 10 tahun lalu dengan uang 20 ribu kita bisa bawa pulang beras sekarung, sekarang cuma bisa bawa pulang 1 atau 2 kg aja. Kira-kira 10 tahun kedepan 20 ribu rupiah masih bisa beli apa ya?

Menabung uang berarti hanya menyimpan uang dengan nilai tertentu, sedangkan menabung investasi berarti menabung produk investasi yang nilainya bisa naik. Nah, kalau kamu menabung investasi, kondisi keuangan kamu bisa tetap stabil meskipun harga barang naik terus setiap tahunnya.

Kenapa? Karena produk investasi harganya juga akan naik dipengaruhi oleh inflasi. 10 tahun lalu harga emas 1 gram sekitar 300-400 ribu rupiah, sekarang di tahun 2020 harganya bisa mencapai 1 juta. Jadi kalau kamu punya tabungan investasi, kamu gak akan khawatir dengan kenaikan harga barang di masa depan.

Biasanya kalau ngomongin investasi, kaum milenial paling semangat nih. Sabar guys, sebelum memulai investasi, kamu harus punya strateginya dulu biar investasinya bisa cuan.  Apa aja strateginya?

1.Tentukan tujuan investasi

Sebelum memulai investasi, tentukan dulu tujuan kamu investasi untuk apa. Apakah kamu mau punya rumah sendiri? Mau kumpulin modal nikah? Mau lanjut pendidikan? Atau kamu pengen pensiun muda?

Lho? Masiih muda kok udah mikirin pensiun? Kerja aja belum.

Nah, justru karena belum tua makanya masih ada kesempatan untuk merencanakan masa depan. Semakin awal persiapan dan perencanaan kamu, tentu hasilnya juga akan lebih baik dong.

2. Tentukan jangka waktu

Jangka waktu dalam investasi sendiri ada 3 macam: pendek, menengah dan panjang. Investasi jangka pendek biasanya kurang dari 2 tahun. Kalau kamu mau investasi untuk jangka waktu 3-5 tahun kamu bisa memilih investasi jangka menengah. Sedangkan buat kamu yang mau beli rumah atau menyiapkan uang untuk biaya sekolah anak, atau dana pensiun berarti termasuk ke dalam investasi jangka panjang. Kalau kamu mau lanjut kuliah S2, kamu bisa membuat perencanaan investasi jangka menengah.

3 Tentukan perkiraaan target dana

Setelah tujuan investasinya jelas, kamu bisa mulai menghitung duit yang kamu butuhkan. Misalnya, kamu pengen punya mobil sendiri dalam waktu 5 tahun dan anggap aja harga mobilnya 200 juta rupiah. 5 tahun lagi harga mobilnya sudah beda, gak mungkin tetap 200 juta karena setiap tahun pasti akan ada inflasi.

Menurut data BPS, setiap tahunnya Indonesia mengalami inflasi atau kenaikan harga barang sekitar 3-5%. Jadi, jangan lupa tambahkan juga perkiraan kenaikan harga barangnya dalam pehitungan investasi kamu.

4. Pertimbangkan juga umur kamu

Kalau kamu masih dalam early twenties dan belum nikah maka kamu masih bisa bebas menentukan jangka waktu untuk investasi. Beda cerita dengan orang-orang yang usianya udah mendekati 30 alias late twenties yang udah harus mikirin biaya nikah, biaya rumah tangga, atau biaya pendidikan anak. Tapi kalau kamu mau merencakannya dari sekarang justru lebih bagus lho.

5. Toleransi resiko

Berbeda dengan tabungan biasa, nilai tabungan investasi yang bisa naik berarti juga bisa turun. Seberapa sanggup kamu bertahan dengan resiko kerugian? Apakah kamu tipe orang yang lebih baik cari aman? Atau kamu tipe orang yang gapapa rugi sekarang kalau beberapa tahun lagi bisa untung? Kebanyakan pemula justru lebih memilih untuk mencoba-coba jalur aman daripada rugi. Agar kamu tidak kecewa dengan penurunan harga produk investasi, kamu perlu tetap optimis ketika berinvestasi.

6. Don’t put all of your eggs in one basket

Buat kamu yang masih baru dalam dunia investasi, ada baiknya kamu mencoba sedikit dulu di awal. Jangan langsung memborong produk investasi sekaligus karena tergoda dengan keuntungan besar. Keuntungan yang besar artinya resikonya juga besar lho. Lebih baik kalau kamu membeli beberapa produk investasi atau istilah resminya dikenal dengan diversifikasi. Misalnya, kamu menyisihkan uang 100 ribu untuk membeli emas digital, lalu 100 ribu untuk membeli cryptocurrency.

7. Rutin menabung

Metode investasi yang paling disarankan oleh para financial expert adalah DCA atau Dollar Cost Averaging yang arti gampangnya adalah rutin menabung.

Lho, kok artinya malah rutin menabung?

Ya, itu kan cuma penjelasan gampangnya aja. Rutin menabung yang dimaksud adalah kamu rutin menyisihkan uang setiap bulan untuk menabung investasi, gak peduli harga barangnya lagi murah atau mahal. Jadi, mau murah atau melesat mahal, ya tetap cicil aja investasinya.

Kalau beli pas lagi mahal, gimana bisa untung?

Nah,anggap aja kamu rutin menyisihkan uang 100 ribu setiap bulan untuk beli emas digital berapapun harganya selama 4 bulan, maka nanti setelah 4 bulan, harga beli emas kamu adalah harga rata-rata selama 4 bulan. Karena setiap tahun akan ada inflasi atau kenaikan harga barang, nilai emas kamu kalai dijual harganya pasti udah melebihi harga rata-ratanya. Bayangkan kalau kamu rutin nabung selama 5 tahun, pasti udah cuan dong.

8. Start now!

Rencana akan tetap menjadi rencana kalau kamu masih mageran. Jangan menunggu apalagi menunda rencana baik seperti berinvestasi. Tidak ada istilah terlalu cepat atau terlambat untuk berinvestasi, kalau bisa nabung investasi dari sekarang, kenapa harus tunggu besok?

Gimana guys? Udah siap dengan strategi finansialmu di tahun 2021?

Just an ordinary girl who loves to read and write.