Si Sibuk Vs Si Produktif: Kamu Termasuk Tipe Yang Mana?

Hi guys, How’s your day? I hope you’re healthy and doing well. We’re happy to introduce you to our Grateful Board on our newsblog. A place where you can share your thoughts, inspiring stories, or a little thing that you’re grateful for today. You can always spread the positivity by dropping it here. Your story will be featured in our Roompi Grateful Board section in the next article. See you and stay safe!


Hi guys, It’s been a month since 2021 started. How’s your January?

Pernahkah kamu merasa stress karena terlalu sibuk, selalu berusaha keep up dengan aktivitasmu, begadang hampir tiap hari ini demi ngejar deadline bahkan sampai gak makan, tapi tetap aja jadi orang yang ‘ketinggalan’?

Ternyata guys, menjadi orang yang sibuk tidak berarti kamu udah jadi orang yang produktif. How come? Menurut Forbes, orang sibuk biasanya adalah orang-orang yang overthinking sebelum memulai tugasnya, melakukan banyak research, mempelajari semua hal, mencoba membuat perencanaan yang sempurna sebelum melakukan sesuatu, sedangkan orang produktif cenderung fokus mencapai tujuannya, memulai harinya dengan target sederhana satu per satu hingga mencapai target terbesarnya.

Sebenernya ada beberapa kebiasaan sehari-hari yang menjadikan seseorang produktif atau hanya sekedar sibuk. Kebiasaan-kebiasaan kecil pun ternyata membawa pengaruh dalam mencapai target. Apa aja kebiasaan yang membedakan si sibuk dan di produktif?

1. Priority

Pernahkah kamu mendengar seseorang curhat, “Aku hari ini sibuk banget ampe bingung mau ngerjain apa”? Did you know? That’s because he has too many priorities. 

Orang sibuk cenderung memprioritaskan semua hal, sedangkan orang sibuk justru memprioritas 1 hal aja dari seluruh to do listnya dan menyelesaikannya satu per satu. Dengan menentukan prioritas yang tepat, tugas-tugas dan targetmu justru akan lebih mudah untuk dicapai.

 2. Mindset

Orang sibuk cenderung berpikir bahwa to do listnya seperti beban yang harus diselesaikan sehingga justru membuatnya lelah dengan rutinitas serta to do listnya jadi gak heran kalau kamu pernah mendengar seseorang terus mengeluhkan betapa sibuknya dia setiap hari.

Orang produktif cenderung berpikir bahwa to do listnya adalah jalan menuju target terbesarnya, jadi si produktif pun akan lebih termotivasi untuk menyelesaikan to do listnya satu per satu.

Baca juga: Kepala Kamu Pusing Saat Bangun Tidur? Ini Penyebabnya

 

 

3. Distraction

Orang yang sibuk akan lebih mudah pecah konsentrasinya karena mikirin terlalu banyak hal dan gak punya tujuan yang jelas ketika mengerjakan tugasnya. Kadang, karena terlalu banyak yang mau dikerjakan, orang yang sibuk cenderung mudah teralihkan perhatiannya dari tugas yang satu ke tugas lainnya. Tapi, orang yang produktif tidak mudah terpecah konsentrasinya karena ia tahu apa yang harus diselesaikan dan dicapai.

Baca juga: Terbukti! Ini 8 Cara Ampuh Tingkatkan Konsentrasi

4. Time management

Orang sibuk mungkin akan bilang “Aku sibuk banget ampe gak sempet makan”. Menjadi orang sibuk bukan berarti kamu udah memanfaatkan waktumu dengan baik termasuk mengatur waktu untuk makan ketika kamu sedang sibuk. Jika kamu bisa menyelesaikan 1 atau 2 tugas sesuai target awalmu, itu tandanya kamu udah mengatur waktumu dengan baik dan menjadi orang yang produktif.

Baca juga: Kebiasaan Ini Ternyata Mengganggu Kesehatan Mental

5. Self rewarding

Terlalu sibuk dengan segala aktivitas bisa menjadikan seseorang lupa dengan tujuan atau target awalnya. Orang yang selalu menyibukkan diri juga bisa melupakan pencapaian-pencapaian yang pernah dilakukannya sehingga ia lupa untuk berbangga atas apa yang telah ia capai..

Sebaliknya, orang produktif yang menyelesaikan tugasnya sesuai to do list akan tahu sejauh mana ia sudah berjalan sehingga ia menyadari pencapaian-pencapaian kecilnya dan bisa merasa bangga pada diri sendiri.

Gimana guys, kira-kira kamu selama ini udah jadi orang yang produktif belum?

 

Just an ordinary girl who loves to read and write.