Hah, mulai April 2021 udah gak bakal dapet diskon tarif listrik??

– Hi guys, How’s your day? I hope you’re healthy and doing well. We’re happy to introduce you to our Grateful Board on our newsblog. A place where you can share your thoughts, inspiring stories, or a little thing that you’re grateful for today. You can always spread the positivity by dropping it here. Your story will be featured in our Roompi Grateful Board section in the next article. See you and stay safe!  


Gasp! – Susie Lindau's Wild Ride

whaAaatt!?

Iya nih huhuu.. Jadii pelanggan listrik golongan 450 volt ampere (VA) dipastikan gak bakalan dapet insentif listrik gratis lagi nih. Soalnya mulai April 2021 diskon tarif listrik buat pelanggan prabayar atau pascabayar golongan 450 VA dikurangin dari 100 persen jadi 50 persen.

Hal ini diputuskan setelah melihat perekonomian nasional yang dinilai udah membaik.

“Dengan membaiknya perekonomian nasional, kemudian diputuskan bahwa pemberian dikson tarif yaitu untuk golongan rumah tangga dan industri serta bisnis yang kecil yang 450 VA akan diberikan sebesar 50 persen. Tidak lagi 100 persen, tetapi 50 persen,”

 

– Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Rida Mulyana, dalam konferensi pers virtual.

Tarif Listrik Naik Tahun Depan? Ini Jawaban ESDM | Pontas

Kata Rida, walaupun besaran diskon diturunin, pelanggan golongan itu masih menerima subsidi tarif listrik kokk. So hopefully it can help supaya pembayaran listrik pelanggan 450 VA gak terlalu berat.

“Mereka tetap menerima subsidi. Subsidi sudah lama berjalan sebelum ada Covid-19,”

 

– Rida Mulyana

Selain itu guys, pemangkasan diskon tarif juga diberlakukan bagi pelanggan golongan 900 VA subsidi, nih. Sebelumnya, golongan ini dapet diskon 50 persen, tapi mulai April nanti bakal jadi 25 persen.

“Untuk triwulan II kita tetapkan diberikan 25 persennya saja. Itu untuk diskon,”

 

– Rida Mulyana

Terus, karena diskon tarifnya ini diturunin, beban yang ditanggung pemerintah melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) bisa berkurang. Rida mencatat, pada kuartal pertama tahun ini pemerintah perlu ngeluarin dana sebesar Rp 3,79 triliun buat stimulus tarif listrik terhadap 32,5 juta pelanggan golongan 450 VA dan 900 VA subsidi.

Dampak Covid-19, Pemerintah Siapkan Perppu Pelebaran Defisit APBN

Sementara ada kuartal II nanti, jumlah penerima diproyeksi bakal bertambah jadi 32,75 juta pelanggan. Tapi, karena diskon tarifnya udah diturunin jadi pemerintah cuma perlu ngeluarin dana sebesar Rp 1,88 triliun.

Buat periode pemberian stimulus kali ini pun Rida memastikan, gak ada perubahan target penerima bantuan atau mekanisme penyaluran.

 

Hmm.. diskon kita bayar listrik udah dikurangin nih, guys. Kalo demi perekonomian negara, menurut kalian gimana? Setuju gak?

Call me random, but I'm actually an independent thinker. Cheerio!