Hidup Ini Hanyalah Panggung Sandiwara

Hi guys, How’s your day? I hope you’re healthy and doing well. We’re happy to introduce you to our Grateful Board on our newsblog. A place where you can share your thoughts, inspiring stories, or a little thing that you’re grateful for today. You can always spread the positivity by dropping it here. Your story will be featured in our Grateful Board section in the next article. See you and stay safe!


Have you heard the ‘Drama of the week’?

The Royal Famliy?

Yep. Sejak interview Oprah WInfrey dengan Pangeran hari dan Meghan Markle ditayangkan live tanggal 7 Maret di Amerika kemarin, The Royal Family sukses jadi headline dimana-mana. Gimana gak? Dalam interview ini, Pangeran Harry dan Meghan Markle buka suara tentang masalah-masalah rasisme yang mereka hadapi selama tinggal di dalam istana hingga akhirnya mereka memutuskan untuk keluar dari istana.

Meghan bahkan mengakui bahkan ia merasa sangat depresi hingga berpikir tidak ingin hidup lagi saking depresinya. Meskipun ia udah speak up ke kerajaan bahwa dia butuh bantuan untuk kesehatan mentalnya, tapi tidak ada tindakan yang diambil oleh pihak kerajaan.

 

Ouch.. what happened to them?

Meghan bilang, setelah 6 bulan pernikahan, media-media Inggris mulai ‘menyerangnya’ dengan isu-isu negatif yang menjadikan ia seperti “The Nation’ Villain”, tapi kerajaan tidak membantah isu-isu negatif tersebut tapi dibiarin aja. Selain itu, Archie anak mereka juga tidak akan diberikan gelar pangeran ataupun putri (nope, at the moment the fetus’ gender had not been identified yet) dan pengamanan. Ketika masih hamil pun ada anggota keluarga kerajaan yang mempertanyakan seberapa gelap kulit anak mereka nanti setelah lahir.

 

Waow.. I’m speechless..

I know right.

 

Hasn’t the Royal Family said anything?

Well, gegara pernyataan Meghan dan Harry di Interview ini, keluarga kerajaan jadi dikejar terus ama wartawan dan media. Dan setelah diam 2 x 24 jam, akhirnya ada pernyataan dilontarkan pihak kerajaan, “Pangeran Harry, Meghan Markle dan Archie akan selalu menjadi anggota keluarga yang sangat dicintai.”. Sementara itu Pangeran William cuma komen “Keluarga kerajaan gak rasis”. Sampai saat ini gak ada tanggapan resmi dari pihak kerajaan.


The new waste regulation

Per minggu lalu, pak presiden mengumumkan bahwa limbah batu bara gak lagi termasuk dalam katogori limbah B3. Nah, limbah baru bara yang dimaksud Pak Presiden adalah fly ash dan bottom ash (FABA) hasil pembakaran batu bara dari mesin pengbangkit listrik tenaga uap (PLTU). Aturan tersebut tertuang di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. PP Nomor 22 Tahun 2021 merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

 

Why?

Kementrian LHK udah melakukan uji terhadap limbah FABA yang hasilnya gak mudah menyala ataupun meledak, juga gak reaktif terhadap Sianida dan Sulfida jadinya gak termasuk bahan berbahaya.

 

Lalu?

Karena Nantinya sisa limbah FABA ini akan dimanfaatkan untuk jadi bahan pengganti semen, paving block atau campuran bahan konstruksi. bangunan dan konstruksi seperti yang udah diterapkan ama negara-negara maju. Salah satunya adalah Jepang. Jepang udah menggunakan limbah FABA ini untuk membangun tembok-tembok anti Tsunami.

Sebenernya usulan ini udah dibuat dari 10 tahun lalu oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia. Karena kalau limbah yang gak berbahaya tapi masih dikatergorikan berbahaya, maka prosedur pengolahan limbahnya pun harus pake SPO khusus yang makan biaya yang guede banget. Jadi kalau bisa diolah dengan cara biasa bahkan dimanfaatkan untuk pembangunan, why not?

Are you sure it’s really safe?

Well, ini juga yang menjadi concern WALHI. Soalnya limbah batubara bisa berakibat infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) juga mengandung zat-zat yang bersifat karsinogenik alias memicu kanker. Tapi menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 Kementeri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), meskupun udah dimasukkan ke kategori limbah non-B3, limbah batubara tetap punya prosedur pengolahan yang wajib dipatuhi oleh perusahaan. Ya.. yang namanya limbah pasti gak baik buat lingkungan, tapi kalau hukum yang mengatur pengolahannya berarti yang melanggar akan ditindak.


“Saya gak berminat jadi presiden 3 periode”

Itu jawaban Pak Jokowi ketika menganggapi isu-isu perpanjangan masa jabatan presiden. Menurut UUD 1945, masa jabatan presiden maksimal hanya 2 periode. Jadi beliau bilang “Janganlah membuat kegaduhan baru. Kita saat ini tengah fokus pada penanganan pandemi,” katanya.

Just an ordinary girl who loves to read and write.