Hmm.. Kenapa ya pendidikan di Indonesia dan Jepang itu jauh beda?

– Hi guys, How’s your day? I hope you’re healthy and doing well. We’re happy to introduce you to our Grateful Board on our newsblog. A place where you can share your thoughts, inspiring stories, or a little thing that you’re grateful for today. You can always spread the positivity by dropping it here. Your story will be featured in our Roompi Grateful Board section in the next article. See you and stay safe!  


Bisa dibilang sih karena perbedaan konsep dan karakteristik kurikulumnya sih, guys.

Well, as we know yaa kalo kurikulum itu sendiri adalah suatu kumpulan rencana, tujuan, materi pembelajaran, dan bahkan cara mengajar yang digunakan sebagai pedoman oleh para pengajar demi tercapainya tujuan akhir pembelajaran.

 

Terus bedanya ama Jepang apa??

Nah, perbandingan konsep dan karakteristik kurikulum di Indonesia ama di Jepang itu dimulai dari:

Jenjang Sekolah Dasar (SD)

Di jenjang ini, sifat dan karakteristik kurikulum di Jepang it sebenernya hampir sama dengan kurikulum SD di Indonesia. Bedanya, ada di mata pelajaran kebiasaan hidup yang biasanya diajarin di kelas 1 dan 2. Tujuan utamanya sendiri itu buat ngenalin dan ngebiasain anak-anak pada pola hidup mandiri.

Inilah Isi Daftar Perilaku Dasar yang Dijadikan Persyaratan Masuk SD di  Jepang | Berita Jepang Japanesestation.com

So, instead of ngajarin mata pelajaran IPA sama IPS, Jepang prefer buat ngajarin tata cara kehidupan sehari-hari ke anak-anak yang baru lulus dari tingkat TK yang lebih fokus ke kegiatan bermain daripada belajar di dalam kelas.

Terus, pembelajaran utama kayak bahasa Jepang dan berhitung punya porsi yang lebih daripada pelajaran lain. Sedangkan untuk pelajaran moral sendiri diajarin sama wali kelas tiap satu jam dalam seminggu atau diintegrasikan lewat pelajaran lain. Nah, pendidikan moral ini udah termasuk pada pendidikan agama (Kristen, Budha, Shinto).

Satu Harapan: Pendidikan Moral Jadi Mata Pelajaran Reguler di SD Jepang

Selain itu, para siswa juga dikasih pendidikan akademik, pendidikan bersifat estetik kayak musik dan menggambar. Dann.. di pendidikan dasar gak ada ujian kenaikan kelas nih guys, tapi siswa yang udah nyelesaiin proses belajar di kelas satu secara otomatis bakal naik ke kelas dua, dan seterusnya.

 

Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Next ada di jenjang SMP. Nah kurikulum di jenjang SM ini menitikberatkan di pendidikan bahasa Jepang, matematika, IPA dan IPS. Sementara pendidikan bahasa asing kayak bahasa Inggris dan Jerman gak wajib dan optional aja, guys. Terus, pelajaran bahasa Inggris baru dijadiin pelajaran wajib di level SMP tepatnya di kurikulum 2002.

9 Aturan Sekolah di Jepang yang Gak Akan Pernah Ada di Indonesia

Mata pelajaran pilihan kayak bahasa Jepang, IPS, matematika, IPA, musik, seni, pendidikan jasmani, keterampilan, dan bahasa asing yang jadi pembeda khas antara kurikulum pendidikan SMP di Jepang dan Indonesia.

Sama halnya di Indonesia, wajib belajar di Jepang terdiri dari SD dan SMP. Bedanya, wajib belajar sembilan tahun bener-bener ditekankan oleh pemerintah Jepang ke semua penduduknya baik warga negara Jepang maupun warga negara asing. Jadi, setiap orang tua yang punya anak usia 6-15 tahun harus disekolahkan anaknya.

Kalo sampe ada orang tua yang gak nyekolahin anaknya, maka bakal ada sanksi hukum yang bisa dikenain. Selain itu, untuk biaya pendidikan sebagian besar ditanggung pemerintah, kayak biaya masuk, biaya pengajaran dan buku sekolah dengan fasilitas sekolah yang lengkap, jadi orang tua cuma nyediain fasilitas lainnya kayak perlengkapan sekolah, makan siang dan biaya piknik.

 

Jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA)

Hmm.. kalo dibandingin kurikulum SD dan SMP, kurikulum SMA di Jepang ini yang paling sering berubah. Di tingkat ini udah ada sistem penjurusan kayak di Indonesia. Sifat khasnya sendiri ada di kompleksnya pelajaran yang diajarin. Kayak pelajaran bahasa Jepang yang mulai dikelompokkin jadi literatur klasik dan modern.

Melihat Sistem Kurikulum Pendidikan yang Digunakan Negara Jepang - Niindo

Terus, penjurusannya sendiri ada di kelas 3, yang meliputi IPA dan budaya/sosial. But as time goes by, penjurusan mengalami perkembangan gara-gara banyaknya lulusan SMA yang milih akademi yang berkaitan sama teknik, pertanian, perikanan, kesejahteraan masyarakat, dan sebagainya.

 

Jadiii.. bisa dibilang kalo konsep pendidikan dan kurikulum punya peran strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan. Gimana menurut kamu?

Call me random, but I'm actually an independent thinker. Cheerio!