Roompi

Pengen Jadi Youtuber, Selebgram atau Tiktoker? Ini Ketentuan Baru Dari Pemerintah

Hi guys, How’s your day? I hope you’re healthy and doing well. We’re happy to introduce you to our Grateful Board on our newsblog. A place where you can share your thoughts, inspiring stories, or a little thing that you’re grateful for today. You can always spread the positivity by dropping it here. Your story will be featured in our Grateful Board section in the next article. See you and stay safe!


Sejak pandemi di mulai sekitar bulan Maret 2020 lalu, mayoritas orang lebih banyak ngabisin waktu untuk mengakses internet dan sosmed seperti Youtube, Instagram, ataupun Tiktok. Sebagian orang mengisi waktu luang atau sekedar menghilangkan rasa bosan selama pandemi dengan menjadi content creator atau influencer.

Faktor utama yang mendorong banyak orang ingin menjadi content creator atau influencer di Youtube, Instagram dan Tiktok adalah karena banyaknya Youtuber, Selebgram dak Tiktoker yang sukses meraup pundi-pundi yang besar dari platform-platform ini.

Sepanjang tahun 2020 kemarin, aktivitas di dunia sosmed semakin membludak dan makin kesini kayanya banyak orang yang menjadikan content creator atau influencer sebagai pekerjaan utama mereka meskipun dengan konsekuensi penghasilan yang tidak tetap. Hal ini tentunya mengakibatkan aktivitas ekonomi bergeser kearah digital.

Nah, mulai tahun 2021 ini, Direktorat Jendral Pajak (DJP) mulai mengawasi ranah pekerjaan ini lebih ketat lagi. Soalnya nih guys. DJP mau menggali potensi pendapatan para Youtuber, Selebgram, dan Tiktoker.

Baca juga: Si Sibuk Vs Si Produktif: Kamu Termasuk Tipe Yang Mana?

Tapi Youtuber, Selebgram dan Tiktoker kan bukan pekerjaan tetap..

Yep, we all know that.

Peminat pekerjaan ini sekarang membludak dan gak sedikit yang jadi orang kaya atau milyarder dengan menjadi content creator atau influencer di Youtube, Instagram dan Tiktok. DJP memperkirakan potensi penghasilan para Youtuber Cs di Indonesia bisa lebih dari 10 Triliun per tahunnya.

Wiidiiiih…

Dengan pendapatan mereka yang guede tadi, DJP menilai orang-orang ini udah bisa di klasifikasikan sebagai wajib pajak horang kaya.

Baca juga: Ratu Elizabeth II Buka Loker Admin Sosmed, Upahnya Setengah Miliar!

Tapi, kan gak semua Youtuber Cs jadi horang kaya?

Bener banget. Di kutip dari Klikpajak.id, Youtuber Cs yang dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) adalah mereka yang pendapatan kotornya (bruto) mulai dari 4,8 Milyar per tahun atau 400 juta per bulan.

Pengen jadi Youtuber juga nih, penghitungan PPH nya gimana emang?

Okey. Jadi pendapatan bersih yang dikenai pajak cuman 50% dari pendapatan kotor ya guys. Misalkan total pendapatanmu 4,8 Milyar per tahun, jadi yang dikenai pajak cuman 2,4 Milyar aja yang dibayarkan dengan tarif progresif.

Nah dari 2,4 Milyar tadi dikurangin deh ama Pendapatan Tidak Kena Pajak (PTKP) 54 juta, jadi 2.346.000.000.

Ini perhitungan untuk Youtuber Cs yang masih jomblo ya guys, alias single. Kalau yang udah nikah aturannya tar beda lagi. Jadi, untuk sekarang kita berasumsi Youtubernya jomblo dulu ya.

O..Okay..

Perhitungan pajak progresifnya begini guys..

5% x 50.000.000 = 2.500.000

15% x 200.000.000 = 30.000.000

25% x 250.000.000 = 62.500.000

Terakhir, sisa dari 2.346.000.000 setelah dikurangi 500 juta diatas lalu dikali 30% jadi:

30% x 1.846.000.000 = 553.800.000

Jadi total pajak yang harus dibayar adalah 648.800.000, informasi lengkap tentang cara perhitungan PPh Youtuber bisa dilihat di sini ya guys.

Widiiiihh… guede juga ya..

Karena yang masuk juga gede guys, jadi ya kena pajak dong.

Jadi gimana guys, masih minat jadi Youtuber, Selebgram atau Tiktoker?

Just an ordinary girl who loves to read and write.