Perempuan? Bisa apa?

– Hi guys, How’s your day? I hope you’re healthy and doing well. We’re happy to introduce you to our Grateful Board on our newsblog. A place where you can share your thoughts, inspiring stories, or a little thing that you’re grateful for today. You can always spread the positivity by dropping it here. Your story will be featured in our Roompi Grateful Board section in the next article. See you and stay safe!  


Bisa maju dong! Gak cuma laki-laki, perempuan juga harus punya jiwa kepemimpinan atau leadership. Kayak yang dibilang sama Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, perempuan perlu punya modal rasa sensitivitas untuk bisa peka sama sekitar dan menawarkan bantuan yang diperlukan. Bukan malah menolak, ngehindar atau bahkan ngalihin perhatian yaa.

“Jangan semua harus saya, saya, dan saya. Tapi ciri leadership adalah kepedulian dan keinginan melakukan sesuatu membantu orang lain. Ini sangat khas dan aset berharga,”

 

– Sri Mulyani.

Defisit APBN Tembus 4,16 Persen, Menkeu: Negara Lain Belasan Bahkan 20 Persen - Ekonomi Bisnis.com

Menurutnya, jiwa leadership bakal ngasih perbedaan pada diri seseorang. Contohnya adalah waktu ngeliat tantangan. Apakah bakal nyerah, lumpuh dan dikuasai masalah, atau malah sebaliknya yaitu bisa bangkit dan berusaha ngatasin masalah itu, sekalipun gak bisa menyelesaikannya.

“Elemen kunci dari leadership adalah tidak pernah menyerah dalam menghadapi tantangan. Karena di setiap tahap kehidupan akan ada ujiannya,”

 

– Sri Mulyani.

Absolutely hal ini gak lepas dari stereotype atau pandangan masyarakat terhadap perempuan yang jadi salah satu tantangan tersendiri. Kata CEO Plan International, Anne-Birgitte Albrectsen, belum ada negara yang bener-bener nerapin kesetaraan gender.

Accelerating Inequality Reduction | Anne-Birgitte Albrectsen… | Flickr

Dari kecil pun perempuan masih menghadapi gender stereotype dan bias di bermacam hal. Mulai dari akses sekolah, pekerjaan, kesempatan memimpin, bahkan bikin berbagai keputusan untuk hidupnya.

“Untuk itu, kami bekerja dengan berbagai mitra untuk terus mendorong kesetaraan dan kepemimpinan bagi anak perempuan di berbagai bidang,”

 

– Anne dalam acara Dialog Intergenerasional “Women and Girls : Game Changer in Development”.

Fyi guys, Plan International melaporkan kalo 62% dari 10.000 anak dan kaum muda perempuan yang disurvei di 19 negara, mengatakan yakin dengan kemampuan mereka untuk memimpin dan 76% secara aktif mau jadi pemimpin dalam karier, komunitas, atau di negara mereka.

Tapi, sampe saat ini pun anak perempuan di berbagai pelosok masih ngehadapin berbagai hambatan buat maju. Bahkan, Plan International mencatat masih ada 65 juta anak perempuan yang gak bisa ngakses pendidikan, lho.

“Ini menunjukkan anak perempuan punya keinginan kuat untuk maju, namun masih menghadapi berbagai hambatan. Saya melihat anak-anak perempuan ini yang masih sangat muda, dan mereka memiliki kepercayaan diri, dan mereka terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang positif, saya sangat bangga. Saya berharap leaders perempuan ini akan terus mengikuti passion, cita-cita kalian. Selalu percaya bahwa apapun yang kalian hadapi, kecil atau besar, itu pernah dirasakan oleh mentor yang lain. Jangan cepat menyerah, fokus pada tujuan yang ingin kalian capai, dan memberikan yang terbaik,”

 

– Anne.

 

Nah, buat para perempuan Indonesia terutama yang masih bisa menikmati akses pendidikan yang baik, yuk manfaatin privilege itu dengan terus semangat dan kerja keras. Tumbuhkan rasa percaya diri dan selalu yakin sama kemampuan.

Buktiin kalo kita bisa matahin stigma negatif yang ngerendahin perempuan. Happy International Women’s Day!

Call me random, but I'm actually an independent thinker. Cheerio!