Resmi Masuk Indonesia, Mutasi Virus Asal Inggris 70% Lebih Menular

Hi guys, How’s your day? I hope you’re healthy and doing well. We’re happy to introduce you to our Grateful Board on our newsblog. A place where you can share your thoughts, inspiring stories, or a little thing that you’re grateful for today. You can always spread the positivity by dropping it here. Your story will be featured in our Grateful Board section in the next article. See you and stay safe!


Satu tahun sudah Indonesia harus bergelut dengan virus Covid-19. Tanggal 2 Maret tahun lalu, Indonesia mengumumkan pasien 01 dan 02. Nah tahun ini, tepat tanggal 2 Maret juga, Indonesia kembali mengumumkan hal serupa.

Pasien 01 & 02 lagi?

Yep. Kali ini, virus yang masuk ke Indonesia adalah virus yang bermutasi di Inggris beberapa bulan lalu.

Who said that?

Our Wamenkes, Pak Dante Saksono Harbuwono. Jadi beliau mengumumkan temuan varian virus Covid-19 baru yang sama dengan mutasi virus yang ditemukan di Inggris. Varian virus ini ditemukan ketika dilakukan pengecekan terhadap 462 kaus dalam beberapa bulan terakhir, dan 2 diantaranya memiliki gejala sama dengan kasus mutasi virus asal Inggris. Virus ini ditemukan pada 2 TKW asal Karawang yang baru kembali dari Arab Saudi sekitar akhir bulan Januari lalu.

Baca juga: Waspada! Virus Covid-19 Berevolusi Di London, Lockdown Di Tingkatkan Ke Level Tertinggi

Why didn’t they announce it earlier?

Yaa.. karena kedua TKW tersebut pulang dalam kondisi negatif, tapi gak lama kemudian mereka mengeluhkan batuk dan demam dan kemudian dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan tes. Karena udah 10 hari isolasi tapi virusnya gak ilang-ilang, jadi isolasi kedua TKW ini diperpanjang dan dilakukan pengecekan lebih lanjut. Dan tanggal 2 Maret kemarin, baru deh virus B117 dinyatakan resmi udah masuk Indonesia.

Virus Covid-19 yang bermutasi di Inggris ini diberi nama B117 dan ditemukan sekitar bulan Desember 2020 lalu. Kapan dan darimana awal mulanya mutasi virus ini muncul pun masih menjadi misteri di Inggris.

Why should I care?

Karena varian baru Covid-19 udah dinyatakan 70% lebih menular daripada virus Covid-19 sebelumnya.

Really??

Yep. Penemuan kasus positif di Inggris melonjak secara signifikan dalam waktu singkat meskipun udah dilakukan protokol kesehatan yang sama, dan hasilnya ternyata ditemukan varian virus baru yang lebih menular dari virus Covid-19 sebelumnya.

Baca juga: Orang-Orang Ini Gak Bisa Divaksin Corona, Mengapa?

Is it dangerous?

Well, menurut Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia, Pak Zubairi Djoerban, virus B117 ini punya potensi menular yang lebih tinggi tapi tidak lebih mematikan dibandingkan virus Covid-19. Jadi virusnya cuma ganti baju aja guys, jadi masih bisa ke-detect ama tes PCR kok. Untuk angka kematian tentunya dipengaruhi berbagai faktor dan kondisi kesehatan masing-masing orang, jadi tidak tergantung pada virus itu sendiri.

Beliau menilai virus mutan ini menyebabkan shedding virus jadis lebih intens, karena lebih cepat bereplikasi aka membelah diri, makanya potensi penularan pun semakin tinggi.

But we have the vaccine right?

Untungnya guys, vaksin-vaksin yang digunakan di Indonesia yaitu, Sinovac, AstraZeneca, Pfizer dan Novavax menunjukkan hasil yang cukup baik dalam melawan virus mutan baru ini.

Baca juga: Fakta Vaksin Sinovac: Meskipun Sudah Divaksin, Masih Beresiko Terinfeksi?

Dan perlu di ingat ya guys, vaksin tidak akan langsung efektif bekerja setelah disuntikkan ke tubuh. Butuh 2 dosis alias 2x suntik dengan rentang waktu 14 hari setiap suntikan agar tubuh bisa memproduksi sistem imun untuk melawan virus Covid-19. Jadi kudu nunggu kurang lebih 1 bulan supaya vaksin yang udah disuntuk bener-bener bekerja maksimal.

Meskipun menunjukkan hasil yang cukup baik, bukan berarti kita udah bisa bebas dari protokol kesehatan ya guys. Virus B117 ini memang tidak lebih mematikan, tapi lebih menular. Jadi yang perlu kita lakukan untuk saat ini ya tetap waspada dan melaksanakan kebiasaan baru yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas aka 5M dengan lebih ketat lagi ya guys.

 

Just an ordinary girl who loves to read and write.