What Are Your Skills?: Keterampilan Yang Kamu Perlukan di Abad 21

Tentu segala hal akan menjadi lebih mudah diraih ketika kita punya skill atau keterampilan yang dibutuhkan pada suatu pekerjaan. Apalagi seiring dengan adanya perubahan dunia, which in this case is perkembangan teknologi kayak artificial intelligencemachine learning, dan automation merubah daratan pasar kerja karena tuntutan cara berbisnis yang berubah.

Keterampilan yang wajib kamu miliki

5 Keterampilan yang Wajib Dimiliki Agar Anda Jadi Bos yang Baik - karir Cantika.com Cantika.com

Ketidakpastian di dunia ini membuat kemahiran non-teknis dan keterbukaan untuk belajar menjadi kunci untuk meraih kesuksesan. Dilansir dari ehef.id, keterampilan non teknis adalah hal yang gak bisa digantikan oleh otomatisasi atau teknologi, kayak kepemimpinan, pengambilan keputusan, dan pemikiran kritis. Nah, karena informasi yang beredar dan tersedia saat ini gak terbatas, maka akses untuk dapetin informasinya pun beragam. Jadi, kitalah yang harus rajin mengasah ilmu dengan menggunakan keterampilan non-teknis untuk bertahan dan berkembang dalam karir.

Keterampilan apa aja nih?

Transferable skills

Transferable skills itu kemahiran yang bisa diterapkan di segala posisi atau industri pekerjaan. Walaupun sering gak tertera di deskripsi kualifikasi job posting, tapi transferrable skills wajib kamu miliki demi kesuksesan dalam karir dan hidup. Bisa dibilang ini adalah basic skills yang harus kamu punya. Karena dengan memiliki kemahiran ini, kita akan terbiasa dengan perubahan dan mampu untuk beradaptasi dengan cepat.

Terus, keterampilan apa aja yang termasuk transferable skills?

  • Komunikasi: Keterampilan untuk menulis, membaca, dan mengkomunikasikan informasi secara lisan dan tulisan.
  • Berpikir kritis: Kapasitas untuk menyelesaikan masalah, kreativitas, penalaran logis, dan refleksi diri.
  • Kefasihan digital: Keahlian untuk mengerti untuk menggunakan perangkat digital.
  • Keragaman & kerjasama: Keahlian untuk secara efektif berkolaborasi dan memberikan empati kepada orang-orang sekitar dari latar belakang yang beraneka ragam.
  • Etika & tanggung jawab profesionalisme: Kemampuan untuk berperilaku profesional dan mengaplikasikan etis saat membuat keputusan.
  • Kefasihan dalam mendapatkan dan mencerna informasi: Kemampuan untuk mencari, evaluasi, dan secara efektif menggunakan informasi tersebut untuk keperluan tertentu.

Kelihatannya simple, tapi kemahiran-kemahiran ini gak semerta-merta kita pelajari secara formal. Bahkan, kemungkinan besar kita udah mengalami pelajaran moralnya dari berbagai pengalaman hidup, contohnya waktu kita berorganisasi kita ngerti cara bekerja sama, terus saat bertukar pikiran dan berbagi opini kita melatih cara berkomunikasi, atau waktu memilih solusi dalam memecahkan masalah, kita akan menggunakan cara pikir kritis.

Tentu keterampilan non-teknis gak bisa menggantikan pentingnya mempunyai keterampilan teknis khusus sesuai tipe pekerjaan, tapi kamu bisa mempersiapkan kesuksesan karir kamu dengan memfokuskan diri dalam penguasaan basic skills, seperti transferrable skills. Soalnya bukan hanya bisa diaplikasikan di segala tipe pekerjaan, tapi juga keterampilan ini akan mempermudah kamu menguasai keterampilan teknis.

Gimana cara mengasahnya? Yaitu konsisten untuk belajar terhadap dunia sekitar!

Menjadi Individu Yang Konsisten

Ketika seseorang mendapatkan pembelajaran seumur hidup yang baru, mengasimilasi keterampilan baru adalah bagian lain dari sebuah perjalanan karir. Percaya deh, proses belajar dalam hidup itu gak mudah. Apalagi keluar dari zona nyaman yang seringkali memicu rasa gak enak karena kita dituntut untuk berhenti mengikuti status quo, atau gaya hidup yang gitu-gitu aja. Jadi kamu harus berani menyebrang limitasi mental yang telah kamu buat, atau merombak kebiasaan kamu.

Mau belajar apa? Well, gak perlu terpaku dengan pengetahuan yang kamu pikir relate dengan apa bidang kamu, karena pengetahuan apapun bakal selalu relevan dengan semua yang kamu lakukan nantinya. Percaya aja, bahwa seluruh pengetahuan yang ada berhubungan dari satu dengan yang lainnya.

Masih gak percaya?

Contohnya pada pengalaman Steve Jobs.

Steve Jobs Quotes: 15 Best For Inspiriation & Leadership - Capitalism.com

Di masa saat Steve Jobs putus kuliah, Steve tetap mengikuti kelas-kelas ekstrakurikuler yang ditawarkan Reed College. Salah satu kelas yang Ia berpartisipasi adalah kelas Kaligrafi. Satu dekade setelah itu, tepatnya di tahun 2005, Steve Jobs memberikan sambutan pidato di acara wisuda Universitas Stanford, dia memuji kelas kaligrafi yang ia ambil sepuluh tahun yang lalu ambil berdasarkan ketertarikannya. Gak disangka, kelas ini menjadi inspirasi terbesar Steve dalam memperindah tipografi Macintosh:

“Jika saya tidak keluar dari universitas, saya tidak akan pernah mampir di kelas kaligrafi ini, dan komputer pribadi yang ada saat ini mungkin tidak akan memiliki tipografi yang seindah saat ini. Tentu saja mustahil untuk saya menghubungkan titik-titik ke depan ketika saya masih kuliah. Tapi sekarang, terlihat sangat jelas ke belakang sepuluh tahun kemudian.”

 

– Steve Jobs

Nah, jadi, pintu pengetahuan untuk menciptakan, memperindah, mengambangkan objek ragaman hidup gak akan ada batasnya. Karena dengan memperbolehkan diri kita untuk mengalami berbagai pengalaman, otomatis kita juga membuka kesempatan untuk menantang cara berpikir kita supaya berpikir dengan cara lain. Tentunya ini bakalan menciptakan inovasi baru. Selain itu bisa juga cari kegiatan baru untuk dieksplorasi, kayak masak sendiri atau ikut kelas olahraga.

Oh iya, jangan lupa, pisahkan proses dari hasil. Dengan begitu, kamu gak akan terlalu terpaku dengan kesuksesan dalam waktu singkat dan juga lebih menghargai proses perkembangan pribadi kamu dari zona nyaman untuk bertumbuh. 

 

SEMANGAT!!

Call me random, but I'm actually an independent thinker. Cheerio!